Senin, 2009 Juli 06

WORKSHOP MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA MUSLIM

Kesinambungan kehidupan keluarga menuju keharmonisan menjadi suatu keniscayaan bagi terwujudnya keluarga sakinah. Diantara faktor penting yang menjadi penunjang adalah pemahaman keluarga terhadap manajemen keuangan yang tepat. Bila kita lihat di sekitar kita masih cukup banyak kondisi keluarga yang rentan gejolak yang diakibatkan problema ekonomi rumah tangga.

Melalui Workshop Manajemen Keuangan Keluarga Muslim, Anda akan mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mengatur keuangan keluarga agar dapat mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik Dengan Cara Yang Benar dan Tepat.

BERSAMA …..
Sri Khurniatun, RFA
Perencana keuangan dari Kurnia Consulting, biro perencana keuangan pribadi dan keluarga serta usaha kecil yang menggunakan solusi pendekatan syariah.
Penulis Buku ”Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”

OUTLINE
• Tips dan Trik Menyusun Rencana Keuangan Pribadi dan Keluarga
• Kiat mengelola Penghasilan
• Kiat Memilih Investasi yang Tepat

OUTPUT
• Mampu menyusun Rencana Keuangan sebagai panduan bagi diri dan keluarga.
• Mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, serta menentukan skala prioritas dalam mengelola penghasilan.
• Memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang investasi sehingga tidak mengambil keputusan yang salah dalam menentukan pilihan produk investasi.

METODE
Workshop dilakukan dengan metode dialogis partisipatif dengan arahan workshop leader, dan melibatkan partisipan secara aktif dengan rangkaian acara materi, latihan-latihan, dan bedah kasus

WAKTU
MInggu / 12 Juli 2009
Pukul 09.00-12.00 WIB

TEMPAT
Kampus TYPSS (Tantowi Yahya Public Speaking School), Gedung Intiland Tower
(Ex. Wisma Dharmala Sakti) Lt 15, Jl. Soedirman kav. 32 Jakarta Pusat
(Tempat terbatas : maksimum 20 orang)
INVESTASI

Perorang Rp. 75.000,-

Sudah termasuk hand out, snack, dan 1 buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”

DAFTARKAN diri Anda … ke :
Puput Natalia
Telp/SMS . 085782445654
Email : najwa.puput@yahoo.co.id

Khumairoh
Telp/SMS. 02150425274
Email : umay_radcliffe@yahoo.com

REKENING TRANSFER
• BCA No. Rekening 4501235886 a.n. Sri Khurniatun
• Bank Syariah Mandiri No. 0097006565 a.n. Sri Khurniatun

Konfirmasikan segera transfer Anda melalui SMS ke 085782445654.

Untuk kemudahan administrasi, kami hanya menerima pembayaran investasi sebelum 10 Juli 2009.


Organized By:
Divisi Seminar dan Training
• KURNIA CONSULTING “Solusi Uang Berkah”
Daftarkan diri Anda segera !
Pendaftaran akan kami tutup bila telah memenuhi kapasitas 20 orang

Rabu, 2008 Desember 10

Mengelola keuangan disaat krisis

Rekan-rekan pembaca blog,
Ini tulisan saya yang dimuat di situs niriah.com

Semoga bermanfaat



Pertanyaan :

Halo Ibu Sri, perkenalkan saya Lisa, seorang ibu rumah tangga yang sedang risau karena memikirkan keadaan ekonomi akhir-akhir ini. Krisis keuangan global saat ini ternyata berdampak pada keuangan pribadi karena saya masih memiliki tunggakan KPR (Kredit Perumahan Rakyat), akibat bunga yang naik maka pengeluaran bulanan saya membengkak. Hal ini berdampak pada cashflow bulanan saya karena pengeluaran rumah tangga jadi membengkak.

Saya juga mempunyai investasi di reksadana yang jumlahnya tidak terlalu besar. Untuk itu mohon saran dari Ibu Sri tindakan apa yang harus saya lakukan. Apakah tepat bila saat ini saya mencairkan investasi di reksadana yang saya miliki karena nilainya juga terus menurun?

Terima kasih atas jawaban yang Ibu berikan.

Lisa – Jakarta Selatan

Jawaban :

Halo Ibu Lisa , senang berkenalan dengan Anda.

Krisis keuangan global saat ini memang sedang menjadi pembicaraan luas. Krisis yang bermula di Amerika Serikat ini ternyata sudah terasa dampaknya di Indonesia. Yang jelas kita harus tetap optimis dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dari krisis ini dapat ditarik pelajaran bahwa kita dituntut mengelola keuangan dengan baik dan perlunya ada perencanaan keuangan sebelum menghadapi masa sulit. Krisis ini juga menuntut kreatifitas kita bagaimana mengejar pemasukan agar bisa menambal defisit yang terjadi akibat pengeluaran yang membengkak.

Kembali ke permasalahan Anda. Ada beberapa solusi yang perlu Anda lakukan dan mudah-mudahan bisa membantu.

  1. Atur kembali pengeluaran Anda. Buatlah anggaran pengeluaran pribadi dan keluarga dan hitunglah kembali berapa % kenaikan pengeluaran Anda. Usahakan perketat pengeluaran dan tunda pembelian barang yang tidak perlu.
  2. Usahakan jangan lakukan hutang pribadi baru lagi karena akan semakin mengganggu cashflow Anda ke depannya.

  1. Cari tambahan penghasilan bila Anda tidak memungkinkan lagi melakukan penghematan. Hikmah dari krisis ini menuntut kita harus kreatif untuk meningkatkan penghasilan.

  1. Bila penghasilan Anda sudah membaik perbesar tabungan dana darurat. Dana darurat adalah dana untuk berjaga-jaga mengantisipasi kondisi ke depan yang sulit kita prediksikan. Saat krisis ini waktunya untuk menabung dana darurat lebih banyak lagi jadi bila ada penghasilan yang berlebih jangan mudah untuk menghabiskan. Dana darurat disimpan dalam rekening yang mudah dicairkan misalnya deposito, ORI, atau reksadana pasar uang. Besarnya minimum 3 bulan pengeluaran keluarga Anda.

5. Lalu bagaimana dengan investasi di reksadana, apakah tepat bila dicairkan saat ini? Saat ini nilai reksadana Anda sedang turun maka bila Anda cairkan akan mengalami potential loss dan kerugian dari nilai investasi Anda. Ingat, paradigma investasi adalah bukan spekulatif dan jangka pendek tetapi prespektif jangka panjang karena sudah pasti akan naik. Reksadana adalah instrumen investasi sebagai kendaraan untuk menuju tujuan keuangan jangka panjang. Pastikan bahan baku reksadana Anda adalah saham-saham yang terbukti memiliki fundamental bagus yang memiliki peluang besar untuk kembali meningkat suatu hari nanti.

Demikian Ibu Lisa, semoga bisa membantu. Marilah kita sama-sama berdoa agar krisis segera berlalu dan kita bisa survive menghadapinya. Amin!

Sabtu, 2008 November 29

Saatnya Kapitalisme Tumbang

Rekan-rekan Pembaca blog, maaf saya lama gak update blog ini. Ini tulisan yang saya buat pesanan dari buletin Yayasan Rumah Ilmu di Bandung.
Semoga bermanfaat.

Akhir-akhir ini perekonomian dunia sedang bergolak. Dimana-mana sedang menjadi pembicaraan luas tentang krisis global keuangan. Krisis yang bermula di Amerika Serikat ini ternyata imbasnya ke berbagai penjuru dunia termasuk ke negara kita Indonesia. Nilai rupiah yang terus menurun, harga saham yang terus berjatuhan, dan suku bunga bank yang kian melonjak berdampak pada kelesuan perekonomian kita. Bahkan harian terkemuka Kompas pun menuliskan dalam salah satu headlinenya beberapa hari lagi akan ada PHK 126.000 karyawan dalam waktu dekat ini.

Kenyataan bahwa perekonomian AS memang cukup mengendalikan ekonomi dunia karena memang 30% transaksi dan perputaran uang secara internasional dikendalikan oleh negara adidaya tersebut. Negara dengan slogan kapitalisme dan super power kini terpuruk dan tidak berdaya. Satu demi persatu pelaku bisnis raksasa di AS bertumbangan seperti Lehman Brother, AIG group, Merryl Lynch, dan bank-bank besar berjatuhan satu persatu. Inikah tanda keruntuhan kapitalisme?

Apa sih penyebab krisis global di Amerika Serikat khususnya maupun didunia pada umumnya? Awalnya sih pemberian kredit perumahan rakyat yang dinamakan subprime mortgage dengan iming-iming harga rumah akan naik terus. Kredit rumah dengan bunga tinggi laris manis di kalangan masyarakat AS karena bisa dijaminkan lagi dan jaminan ini diperjual belikan ke investor. Tetapi pada akhirnya harga rumah tidak sesuai dengan yang diinginkan sementara tunggakan kredit dengan bunga tinggi makin membelit debitur. Ditambah lagi asset yang dijaminkan untuk mengajukan pinjaman itu tidak memadai karena banyak kemudahan kredit tanpa didukung jaminan yang cukup. Intinya penyebab krisis ini tidak lepas dari sifat rakus , kapitalis dan ketidak jujuran yang mewarnai perekonomian dunia. Sebagaimana tagline kapitalisme adalah kepuasan individu yang maksimum, mengejar keuntungan semata, dan memisahkan kehidupan ekonomi dari nilai-nilai agama sehingga banyak terjadi moral hazard.

Krisis ini membuktikan bahwa sistem perekonomian kapitalis telah diujung kehancuran. Sistem yang memperbolehkan pelaku bisnis melakukan kegiatan-kegiatan spekulatif tinggal puing-puing yang menyisakan kesengsaraan. Praktek spekulatif dalam transaksi di pasar modal dan pasar valas ini membuat sektor moneter menggelembung atau dikenal dengan bubble economi, tetapi tidak didukung sektor riil yang kuat. Tengok saja transaksi uang yang beredar sekitar 7 trilyun dollar AS per tahun, tetapi volume perdagangan barang hanya berkisar 7 triliun dollar AS. Inilah akar dari segala krisis.

Apa solusi yang jitu untuk mengatasi guncangan krisis ini? Kita punya aturan syariah yang ditetapkan Allah SWT dan telah teruji di jaman Rasul dalam mengatasi problema ekonomi umat. Lembaga keuangan syariah terbukti rentan terhadap krisis karena transaksi pinjaman didukung asset yang jelas. Selain itu lembaga keuangan syariah juga tidak menerapkan sistem ribawi dalam berbagai transaksi pembiayaan, sehingga tidak ada yang dirugikan baik kreditur maupun debitur. Transaksi di lembaga keuangan syariah juga berbasis sektor riil, karena ketika kita mengajukan pinjaman ke bank syariah peruntukannya jelas yakni untuk membiayai pembelian asset tertentu sehingga tidak ada penyalahgunaan pinjaman. Tentu saja bila ekonomi syariah dihidupkan akan terjadi keseimbangan sektor moneter dan sektor riil karena tidak ada praktek spekulatif.

Di zaman Nabi Muhammad jarang sekali terjadi resesi. Zaman khalifah yang empat juga begitu. Di zaman Umar bin Khattab (khalifah kedua) dan Utsman (khalifah ketiga) , malah APBN mengalami surplus. Pernah dalam zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tak dijumpai lagi satu orang miskinpun. Apa rahasianya? Kebijakan moneter Rasulullah Saw -- yang kemudian diikuti oleh para khalifah -- selalu terkait dengan sektor riil perekonomian berupa perdagangan . Hasilnya adalah pertumbuhan sekaligus stabilitas.

Lalu solusi praktis apa yang perlu dilakukan dalam mengatasi krisis ini ? Secara sistem sudah jelas harus menggantikan bunga dengan konsep bagi hasil, hilangkan praktek spekulasi, dan fokus pada sektor riil untuk menyeimbangkan dengan sektor keuangan. Dalam tataran praktek jangka pendek lebih optimalkan penggalangan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf) untuk memberdayakan masyarakat kalangan bawah. Sekali lagi solusi syariah ini sangat efektif untuk diterapkan pada kondisi sekarang ini. Dan satu hal yang perlu ditekankan lagi adalah perkuat ekonomi domestik, hilangkan ketergantungan impor, dan perkuat Usaha Kecil Menengah sebagai bemper penyerapan tenaga kerja karena ancaman PHK di depan mata justru banyak menimpa perusahaan-perusahaan besar.

Tantangan umat Islam dewasa ini adalah menunjukkan keagungan dan keampuhan ekonomi syariah. Islam ternyata mewariskan sistem perekonomian yang tepat, fair, adil, manusiawi, untuk menciptakan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Maka “back to syariah” adalah satu-satunya katup penyelamat dari hancurnya perekonomian dunia. Dan sebagai makhluk beriman kita harus tetap optimis bahwa krisis akan segera berlalu dan kita bisa survive menghadapinya. Amin!

Jumat, 2008 September 26

SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1429 H

Assalamu'alaikum

Saya, Sri Khurniatun beserta tim Kurnia Consulting mengucapkan "

SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1429 H.
MOHON MAAF LAHIR BATIN
TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM


Wassalamu'alaikum

Rabu, 2008 September 24

Mengelola Tunjangan Hari Raya

Rekan-rekan pembaca blog
Ini artikel tanya jawab yang sayaash di portal Niriah.Com

Semoga bermanfaat

Pertanyaan :

Assamu'alaikum Wr.Wb.

Ibu Sri, minggu ini saya menerima Tunjangan Hari Raya. Tetapi karena banyak pengeluaran di bulan Ramadhan ini pengalaman yang sudah-sudah uang THR tidak cukup untuk berlebaran, apalagi kami punya kewajiban mudik untuk bersilaturahim dengan orang tua dan kerabat. Sehingga, kami selalu mengambil tabungan untuk menutupi kekurangan. Padahal tabungan ini sebenarnya kami peruntukkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak bila anak sakit atau ada musibah.

Mohon tips, bagaimana agar saya bisa mengelola THR dengan baik dan tidak tekor?

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Yofina , Tangerang

Jawaban

Menjelang lebaran memang ada kewajiban dari perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawannya sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Bagi mayoritas orang THR ini dianggap rejeki nomplok yang jatuh menjelang lebaran. Umumnya pengeluaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri memang meningkat bahkan bisa 2 - 3 kali lipat dibandingkan bulan lainnya sehingga sangat terbantu oleh adanya THR.

Sayangnya banyak yang belum mampu mengelola THR dengan baik. Buktinya sudah ada THR pun pengeluaran masih bertambah, bahkan tekor. Harusnya dengan adanya tambahan pemasukan di bulan itu gaji menjadi dua kali lipat karena umumnya besarnya THR minimal satu bulan gaji. Seharusnya sebagian THR bisa ditabung. Akan tetapi, dalam praktiknya, yang sering terjadi belum bisa membiayai seluruh pengeluaran dan akhirnya membobol tabungan juga.

Berikut adalah tips agar kita bisa mengelola THR dengan baik:

1. Setiap alur dana yang masuk sesuai proses perencanaan keuangan, hendaknya mengikuti ketentuan Penerimaan - Zakat - Bayar Utang - Tabungan - Pengeluaran. Oleh karena itu segera setelah terima THR bayarkan zakatnya 2,5% dari nominal THR yang diterima, 30% buat melunasi hutang yang tidak wajib (kalau ada). Pengertian hutang wajib yang umumnya dilunasi dengan penghasilan rutin seperti cicilan KPR bulanan. Hutang yang tidak wajib contohnya cicilan kartu kredit atau hutang lainnya, sehingga THR bisa meringankan beban hutang kita. Selanjutnya usahakan minimal 10% dari THR ditabung atau diinvestasikan, barulah sisanya digunakan untuk belanja kebutuhan hari raya.

2. Agar sisa dana yang ada cukup untuk membiayai pengeluaran lebaran catat dan susunlah anggaran pengeluaran yang besarnya disesuaikan dengan dana yang ada. Jangan besar pasak daripada tiang. Buatlah skala prioritas dalam pengeluaran. Contohnya, berikan THR juga untuk orang yang bekerja pada kita seperti karyawan bagi yang memiliki usaha, pembantu, sopir dll. Pengeluaran berikutnya mungkin pemberian infaq kepada orang tua dan kerabat. Barulah menentukan pengeluaran untuk hari raya seperti belanja bahan makanan, kue-kue kering dan pakaian jika memang dananya mencukupi. Tidak apa-apa lebaran tanpa baju baru jika baju lama masih bersih dan rapi. Rasanya aneh jika memaksakan lebaran berpakaian baru tapi hutangnya belum dilunasi. Sekali lagi, komponen besarnya anggaran harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Ini penting!

3. Lalu bagaimana dengan biaya mudik? Sebenarnya biaya mudik itu tidak bisa dibebankan pada THR karena besarnya THR yakin tidak mencukupi jika harus digunakan untuk menanggung biaya mudik. Seharusnya biaya mudik sudah dianggarkan tersendiri sebagai komponen biaya liburan dan sudah disiapkan tabungannya. Bila memang belum memiliki persiapan buat biaya mudik tidak usah memaksakan diri untuk mudik. Silaturahim bisa dilakukan dengan telpon atau SMS saja.

Perlu diingat kadang kita tergoda untuk menghabiskan dana untuk lebaran, pas abis lebaran kita gigit jari karena balik dari mudik tidak memiliki uang lagi, dan bagi yang karyawan gajiannya masih lama. Hasilnya berhutang lagi. Semoga terhindar dari yang demikian....

Selamat mengelola THR. Mudah-mudahan tips ini bermanfaat.

Selamat merayakan Hari RayaIdhul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir batin.

Taqaballahu minna wa minkum.

Selasa, 2008 September 09

Mengelola Keuangan Ramadhan dan Idhul Fitri

Rekan-rekan pembaca blog,
maaf ya saya lama gak posting yah lagi-lagi komputer saya kena virus jadi mondar-mandir cari tukang service. Maklum bisanya cuma pakai jadinya kalau ada kerusakan ya begitulah tergantung sama yang ahli service.
Kali ini saya mo nulis dikit tentang pengelolaan keuangan bulan Ramadhan dan Idhul Fitri.
Ramadhan telah memasuki hari yang ke 10 artinya sudah 1/3 kita jalani. Segala aktivitas dibulan ini bernilai ibadah makanya segala sesuatu musti kita rencanakan dengan baik termasuk pengelolaan keuangan.

Pengaturan keuangan di bulan ini menjadi penting karena tergolong dalam kategori pengendalian diri. Banyak yang berhasil mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu di bulan ini bisa berhasil tetapi justru menahan hawa nafsu untuk tidak boros justru gagal. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak di bulan ini. Umumnya pengeluaran bisa meningkat 2 - 3 kali lipat di bulan ini dibandingkan bulan lain. Selain karena banyak pengeluaran tambahan dibandingkan bulan biasa juga karena harga-harga yang naik menjelang bulan Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan agar bisa melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat? Ok, mari kita coba kiat-kiat berikut ini.

1. Susun anggaran

Anggaran ini penting sebagai pedoman untuk belanja 1 bulan penuh. Sesuaikan anggaran dengan pemasukan yang ada. Ingat usahakan belanja di bulan ini sama dengan pengeluaran bulan lainnya. Toh sebenarnya pengeluaran untuk dapur sama saja kan cuma pola makan saja yang berubah. Harusnya justru lebih hemat kan karena hari biasa kita makan 3 kali sehari dibulan Ramadhan hanya buka puasa dan sahur. Pos rutin belanja dipenuhi oleh pemasukan rutin dan pos belanja keperluan Lebaran dipenuhi oleh THR. Jangan berbelanja di luar apa yang dianggarkan jadi patuhi anggaran. Tidak usah memaksakan diri untuk mudik bila tidak ada uang yang cukup karena biaya mudik sebenarnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan keluarga lainnya atau ditabung.

2. Atur menu dengan baik

Umumnya keluarga di dapur ingin memasak yang lebih istimewa di bulan Ramadhan ini. wajar karena kita seharian berpuasa makanya ingin lah berbuka dengan hal yang istimewa dibanding hari biasa. Apakah istimewa berarti mahal? Tidak juga. Kepiawaian seorang ibu dalam hal ini dituntut bagaimana menghadirkan masakan yang bernilai gizi dan sehat tetapi terjangkau oleh kantong kita. Kadang kaum ibu ingin menghadirkan menu masakan 3 - 4 menu dalam buka puasa tetapi akhirnya tidak habis bahkan akhirnya masuk ke keranjang sampah. Ini yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. padahal ketika berbuka minum segelas teh manis dan sepotong kue saja sudah berasa kenyang. Bahkan dalam sirah Rasulullah hanya berbuka dengan seteguk air dan 3 potong kurma sudah cukup.

3. Bijak dalam berbelanja

Usahakan belanja tidak keluar dari yang sudah dianggarkan. Jauh lebih baik mempersiapkan keperluan Ramadhan dan lebaran menjelang bulan puasa agar harga-harga belum naik. sayangnya tradisi perusahaan di negara kita baru memberikan THR dekat-dekat hari Lebaran. Kayaknya perlu nih ada himbauan kepada pemerintah agar memberlakukan peraturan agar THR bisa diberikan di awal Ramadhan. Selain harga belum naik bila kita belanja di awal Ramadhan tentunya pas Ramadhan kita tidak disibukkan dengan belanja lagi jadi kita bisa beribadah dengan khusyu. Apalagi ingat beribadah di 10 hari terakhir Ramadhan itu nilai pahalanya berlipat, sayang kan bila harus dilewatkan dengan berdesak-desakan di mall.
Untuk menyiasati tempat belanja yang murah bisa belanja di tempat grosir, kan bisa juga berpatungan dengan tetangga biar bisa belanja dalam jumlah banyak.

4. Persiapan sedekah

Nilai sedekah yang kita berikan di bulan ini lebih berlipat ganda dibandingkan bulan lain. Perlu ada dana yang disiapkan juga untuk sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah kita juga ingin tentunya memberikan hadiah lebaran buat sanak saudara kita atau orang yang bekerja pada kita. Adalah jauh lebih baik kita bersedekah dibanding dibanding membeli makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak kita butuhkan.

Marilah kita mengisi Ramadhan ini dengan lebih mengendalikan diri dari hawa nafsu agar terhindar dari hal yang berlebihan dan pemborosan.
Selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan 1429 H ini.
Wassalam

Kamis, 2008 Agustus 21

HIKMAH REJEKI DAN PERENCANAAN KEUANGAN

" Kalau uang sudah habis, itu berarti rezeki sudah mau datang lagi. Kayak sumur saja kalau sumurnya kering, berarti hujan sudah mau turun" (Ustad Rahmad Abdullah)

"Yusuf berkata : "supaya kamu bertanam tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan" (QS : Yusuf : 47)

"Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan" (QS : Yusuf : 48)

"Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur" (QS : Yusuf : 49)

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" (QS : 28 : 77)